Welcome to Medan! Horas…!

Horas…!
Salam Wirausaha..!

Apa kabar rekan-rekan pendidik kewirausahaan semuanya? Semoga selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Sebelumnya, Sekretariat Perwira Indonesia memohon maaf atas lambatnya pembaruan informasi terkait kegiatan RIEE yang dilakukan dikarenakan permasalahan teknis untuk mengintegrasikan web ini dengan e-journal miliki Perwira Indonesia, yaitu AJEFB (Asian Journal of Entrepreneurship and Family Business).

Pertama-tama, kami ucapkan selamat datang bagi para pendidik kewirausahaan nusantara yang kini sedang bersiap menuju Kota Durian, yaitu Medan. Esok hari, Rabu, 9 Agustus 2017, menjadi hari yang bersejarah bagi Perwira Indonesia karena pertama kalinya, Roundatble of Indonesian Entrepreneurship Educators diselenggarakan di luar Pulau Jawa. RIEE ini pun sudah terselenggara untuk yang kelima kalinya sejak dilakasanakan pertama kali tahun 2013 di Universitas Prasetiya Mulya.

Melalui informasi ini, kami ingin mengingatkan bahwa esok hari, jangan lupa untuk hadir di Aula Fakultas Farmasi lantai 2 Universitas Sumatera Utara, Jl Tridharma No 5, Medan. Acara RIEE ke 5 ini terselenggara berkat kerja keras dari tuan rumah Program Studi Manajemen Universitas Sumatera Utara yang dipimpin oleh Ibu Dr Isfenty Sadalia.

Semoga acara RIEE esok menjadi acara yang menyenangkan dan menambah khasanah kewirausahaan di Indonesia. Jangan lupa juga, esok hari Perwira Indonesia akan menerima pendaftaran bagi anggota asosiasi, sekaligus juga menjadi peserta dalam acara RIEE ini.

Terimakasih. Salam Wirausaha
Horas.
Perwira Indonesia

Salam Wirausaha!

Selamat datang dalam situs PERWIRA INDONESIA (Perkumpulan Pendidik Kewirausahaan Indonesia)

Update Info = Seminar Nasional dan Call for Paper Dosen Kewirausahaan RIEE 2018 – Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh – 3 Oktober 2018

Penelitian Global Entrepreneurship Monitor pada 2007 menginformasikan bahwa kewirausahaan memiliki kontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan. Kajian tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan berperan vital tidak hanya pada sisi mikroekonomi, namun juga pada skala yang lebih makro. Sayangnya, stereotype yang berkembang, khususnya pada masyarakat Indonesia, kewirausahaan hanya dapat tumbuh karena suatu keadaan yang terpaksa, misalkan saja karena tidak memiliki pilihan pekerjaan yang lain, atau tidak memiliki bekal latar belakang pendidikan yang cukup untuk melamar menjadi seorang profesional. Tidak hanya itu, pengertian kewirausahaan pun dirasa makin menyempit. Makna menyempit ini dikarenakan banyak sekali orang yang berpikir bahwa kewirausahaan itu selalu berhubungan dengan bisnis dan dagang saja.

Kondisi ini cukup wajar terjadi karena pemahaman akan kewirausahaan belum dapat dimaknai secara lebih mendalam oleh masyarakat. Merujuk kepada definisi yang diajukan oleh Rondstadt, wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengidentifikasi dan mengelola suatu peluang dengan menambahkan suatu nilai. Definisi ini tentunya memberikan makna yang lebih luas, bahwa wirausaha tidak hanya sekedar berdagang saja.

Penelitian-penelitian kewirausahaan yang ada pun semakin membuktikan bahwa kewirausahaan ini bukanlah sesuatu yang bersifat mukjizat. Prof. Albert Shapiro dari Universitas Ohio menyimpulkan bahwa wirausaha itu tidak dilahirkan, melainkan dapat diciptakan melalui suatu proses berkelanjutan. Penelitian ini pun diperkuat dengan temuan bahwa dengan semakin banyak peserta didik itu terpapar dengan ilmu kewirausahaan, maka kemungkinan peserta didik tersebut menjadi wirausaha semakin meningkat. Temuan ini memberikan sebuah percikan semangat bahwa kewirausahaan itu dapat dipelajari dan diajarkan kepada peserta didik.

Semangat-semangat inilah yang kemudian mendasari Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Airlangga untuk menginisiasi sebuah perkumpulan untuk membangun sebuah jejaring antar pendidik kewirausahaan di Indonesia. Inisiasi ini didasarkan pada tantangan yang dihadapi oleh para dosen di Indonesia dalam mendesain program kewirausahaan di masing-masing perguruan tingginya. Tantangan yang ada cukup beragam, mulai dari pengembangan konten, penyajian, desain aktivitas, hingga cara-cara asesmen mahasiswa peserta didik.

Oleh karena itu, diawali dengan sebuah kegiatan seminar sederhana dengan tajuk Roundtable for Indonesian Entrepreneurship Educators yang diselenggarakan di Kampus Universitas Prasetiya Mulya pada tahun 2013, dan kemudian dilanjutkan ke beberapa kampus pada setiap tahunnya; Universitas Airlangga (2014), Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (2015), hingga yang terakhir Universitas Negeri Malang (2016), Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Airlangga bersepakat untuk merintis sebuah asosiasi dosen kewirausahaan dengan nama Perkumpulan Pendidik Kewirausahaan Indonesia (PERWIRA INDONESIA). Perwira Indonesia membuka kesempatan untuk menjadi anggota tidak hanya sebagai individu akademisi dan praktisi, melainkan juga Program Studi yang memiliki ketertarikan dengan pengembangan pendidikan kewirausahaan di Indonesia.

Salam Wirausaha untuk Kemajuan Indonesia!

Perwira Indonesia